Saturday, 8 July 2017

Mengenal Istilah Satuan Ukuran/Kapasitas Media Penyimpanan

Bit, Byte, Kilobyte, Megabyte, Gigabyte, Terabyte, Petabyte, Exabyte, Zettabyte, Yottabyte

Tahukah anda? ketika bekerja di depan komputer tidak akan terlepas dari yang namanya media penyimpanan seperti: hardisk, flashdisk, compact disk, atau memory card. Lalu tahukan anda bahwa pada tahun 1956 harga media penyimpanan data untuk 5 mb saja mencapai $10.000. Wow....
Berapa rupiah itu ya, haha.

Nah, mari kita simak paparan berikut ini mengenai satuan ukuran/kapasitas media penyimpanan tersebut.
Sebenarnya 1 Kilobyte adalah 1024 Byte, namun pada paparan infographic diatas di bulatkan menjadi 1000 Byte saja, kenapa? biar mudah menghitungnya, hehe.

Dibawah ini dapat kita lihat versi teksnya bagaimana satuan ukuran/kapasitas media penyimpanan itu dihitung:
1 Bit = Binary Digit
8 Bits = 1 Byte
1024 Bytes = 1 Kilobyte
1024 Kilobytes = 1 Megabyte
1024 Megabytes = 1 Gigabyte
1024 Gigabytes = 1 Terabyte
1024 Terabytes = 1 Petabyte
1024 Petabytes = 1 Exabyte
1024 Exabytes = 1 Zettabyte
1024 Zettabytes = 1 Yottabyte
1024 Yottabytes = 1 Brontobyte

dan waw sebenarnya ada 1 lagi yang lebih tinggi satuan ukuran/kapasitas media penyimpanan ini yaitu: 1024 Brontobytes = 1 Geopbyte.

Begitu cepatnya perkembangan teknologi, sampai ada sebuah istilah "saat kamu meninggalkan info teknologi 1 menit saja, kamu sudah ketinggalan 20 tahun lamanya".

Sejarah Hardisk

Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi.

Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi.


Hardisk Masa Depan

Saat ini teknologi berbasis Flash pada hard disk sedang menjadi tren. Beberapa produsen komputer telah mengganti hard disk tipe magnetik menjadi flash memory untuk alasan kecepatan. padahal, teknologi flash awalnya tidak dirancang untuk penyimpanan massal karena terlalu lambat bekerja. RAM dan CPU bahkan dapat memproses data 20 kali lebih cepat dibandingkan proses data pada hard disk berbasis flash. Banyak perusahaan-perusahan besar seperti IBM, Toshiba, atau Fujitsu yang telah menginvestasikan milyaran dollar untuk berkompetisi dalam mengembangkan teknologi super cepat pengganti Flash. Mereka telah meneliti puluhan metode baru yang lebih cepat, lebih tahan lama, lebih hemat listrik daripada Flash.

Pengganti teknologi flash memang sangat dibutuhkan karena pengembangan teknologi ini telah mencapai batas maksimal. Sel-selnya sulit diperkecil lagi untuk mencapai kapasitas simpan yang lebih besar. Selain itu, usia pakai dan konsumsi listrik juga sulit dioptimalkan lebih jauh lagi. Masalah utama hard disk berbasis flash adalah untuk proses tulis dan hapus memerlukan arus listrik yang lebih kuat. Selain itu, teknologi flash ini rata-rata hanya tahan 10.000 proses tulis dan setelah itu tidak dapat digunakan lagi.


Nah, itulah sedikit tulisan saya tentang istilah satuan ukuran/kapasitas media penyimpanan, baru mulai menulis kembali hehe. Artikel diambil dari berbagai sumber seperti pinterest dan beberapa blog lain. Semoga menambah wawasan kita, jangan lupa tambahkan komentar dibawah ya.

Thursday, 9 March 2017

Apa itu Unicast, Anycast, Broadcast, Multicast


  • Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
  • Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.
  • Alamat Broadcast, proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi, komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya.
  • Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many

Alamat Unicast

Setiap antarmuka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address). Alamat unicast disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat yang diterapkan pada lapisan jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan dalam DARPA Reference Model. Sebagai contoh, alamat unicast dapat ditetapkan ke sebuah host dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit.

Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network identifier).

Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan skema subnet mask.

Jenis-jenis alamat unicast
Jika ada sebuah intranet yang tidak terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).

Alamat publik
Alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet. Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.

Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.

Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap Internetwork IP. Pada kasus Internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap Internet. Karena perkembangan Internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.

Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer Internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke Internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan Internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan Internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator alamat jaringan) yang terhubung secara langsung ke Internet.

Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke Internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer Internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
10.0.0.0/8
172.16.0.0/12
192.168.0.0/16
Sementara itu ada juga sebuah ruang alamat yang digunakan untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem operasi:
169.254.0.0/16
10.0.0.0/8
Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Jaringan pribadi 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.

172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 17.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.

192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.

169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).

Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan Internet yang sangat pesat.

Ruang alamat
Dari alamat
Sampai alamat
Keterangan
010.000.000.000/8
010.000.000.001
010.255.255.254
Ruang alamat privat yang sangat besar (mereservaskan kelas A untuk digunakan)
172.016.000.000/12
172.016.000.001
172.031.255.254
Ruang alamat privat yang besar (digunakan untuk jaringan menengah hingga besar)
192.168.000.000/16
192.168.000.001
192.168.255.254
Ruang alamat privat yang cukup besar (digunakan untuk jaringan kecil hingga besar)
169.254.000.000/16
169.254.000.001
169.254.255.254
Digunakan oleh fitur Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA) dalam beberapa sistem operasi.

Karena alamat-alamat IP di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas) sebagai alamat publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke alamat-alamat pribadi tersebut di dalam router Internet. Kompensasinya, alamat pribadi tidak dapat dijangkau dari Internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas dari sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah alamat publik yang valid, atau memiliki alamat pribadi yang telah ditranslasikan ke dalam sebuah alamat IP publik yang valid dengan menggunakan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke Internet.

Alamat Multicast
Alamat IP Multicast (Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.

Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.
Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.

Alamat Broadcast

Alamat broadcast untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.

Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.

Network Broadcast
Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.

Subnet broadcast
Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.

Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.

All-subnets-directed broadcast
Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.

Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan mendengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.

Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.

Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.

Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.

Sumber : http://m-shohiburridak.blogspot*co*id/2015/04/pengertian-dari-unicast-anycast.html

Tuesday, 27 September 2016

Cara Mengirim E-mail dengan Baik dan Benar

Menulis E-Mail sudah menjadi bagian dari pekerjaan kita beberapa tahun terakhir ini. Dunia menjadi makin terlihat kecil dengan kemampuan E-Mail untuk mengirim dan menerima surat, data atau gambar ke suatu tempat yang bahkan tidak pernah kita ketahui sebelumnya.

Sebagai bagian dari pekerjaan, sudah seharusnya kita mencoba untuk mencari tahu bagaimana dalam menulis E-Mail yang baik dan benar.

E-Mail bertujuan untuk menyampaikan sesuatu dengan lebih cepat dan komunikasi yang simple sehingga kalau tidak diperlukan, sudah sebaiknya E-Mail hanya berisikan kurang lebih 5 paragraf saja. Untuk pengiriman sesuatu tulisan atau data yang melebihi dari itu, sebaiknya menggunakan suatu lampiran seperti lampiran file WORD, EXCEL dan lainnya.

Apakah tata bahasa dan ejaan sangat penting?

Sama halnya seperti surat menyurat bahwa kedua hal diatas adalah hal yang sangat penting. Tanpa suatu tata bahasa dan ejaan yang benar akan mengurangi "nilai" si pengirim di mata si penerima dan juga kemungkinan adanya kesalahan persepsi terhadap E-Mail yang dikirim. Sebaiknya, hindari pemakaian singkatan dan gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Apa yang dimaksud dengan "Cc" dan "Bcc"?

Biasanya "Cc" (Carbon Copy) digunakan untuk orang yang anda tuju tapi tidak memerlukan reply (tanggapan) dari mereka atau hanya sekedar pemberitahuan saja. Sedangkan "Bcc" (Blind Carbon Copy) digunakan hampir sama dengan "Cc" tetapi dalam hal ini, penerima dalam "Bcc" tidak akan diketahui (terihat) oleh penerima yang ada di "To" atau "Cc" dan juga penerima "Bcc" tidak dapat melihat penerima lain yang ada di "Bcc" juga.

Dalam contoh diatas, E-Mail dikirim langsung (ditujukan) ke Bono. Dan juga mengirimnya kepada Hazia, di kolom "Cc". Anto dan Dewi di bagian "Bcc". Mereka (Anto dan Dewi) dapat melihat penerima yang lain (Bono dan Hazia) tapi Bono dan Hazia tidak bisa melihat mereka (Anto dan Dewi).

Apa yang dimaksud dengan Plain Text dan HTML dalam E-Mail format?
Plain Text adalah bentuk teks yang sangat sederhana dimana tidak terdapat fungsi untuk mengubah bentuk huruf maupun warna. E-Mail hanya dapat berisi huruf saja (tidak bisa gambar atau pun lainnya kecuali sebagai lampiran) yang diketik melalui keyboard dan dikenal sebagai kode ASCII.
Kebanyakan Plain Text menggunakan bentuk huruf COURIER yang mempunyai lebar huruf yang sama, hal ini berguna jika anda mau membuat suatu tulisan yang rapi.

Sedangkan HTML adalah suatu bentuk format dimana anda dapat mengubah bentuk huruf, warna bahkan dapat memasukkan gambar maupun suatu link yang berguna untuk menuju suatu website tertentu, misal:

" Untuk keterangan lebih lengkap, silahkan klik www.ismedrizal.id"

Jadi format mana yang sesuai dengan anda?? Plain Text atau HTML? Sekarang ini, E-Mail tidak hanya diterima melalui komputer saja, tetapi juga PDA atau telpon gengam. Plain Text dapat dengan mudah dibaca oleh si penerima baik melalui komputer, telpon genggam atau PDA. Sedangkan dalam format HTML mungkin tidak bisa diterima (tidak terbaca) di telpon genggam ataupun PDA.

Dan biasanya format HTML membutuhkan ruang yang lebih besar sehingga akan menyulitkan si penerima apabila mempunyai koneksi internet yang buruk atau lambat.
Intinya, apabila anda ingin E-Mail anda pasti dapat dibaca oleh siapapun maka Plain Text adalah pilihan terbaik walaupun tidak dapat memberikan tampilan yang "cantik".

Kapan anda sebaiknya membalas E-Mail?
E-mail yang diterima sudah seharusnya di balas dalam waktu singkat dan alangkah lebih baik bila anda sedang berhalangan untuk menerima E-Mail, dapat diwakilkan oleh orang lain atau rekan kerja sehingga pelanggan atau klien anda tidak menunggu terlalu lama.

Apa saja yang harus dituliskan dalam E-Mail, baik pada saat menulis pertama kali atau membalas E-Mail?
Sebaiknya di dalam isi E-Mail, harus dicantumkan nama yang dituju. Hal ini sangatlah penting mengingat tidak semua E-Mail merupakan milik si penerima. Kadang-kadang satu alamat E-Mail digunakan untuk satu divisi, misal sales@ismedrizal.id; service@ismedrizal.id dan sebagainya.

Seperti kita menulis surat, tulisan "Dengan Hormat"; "Terima Kasih" dan lainnya sebagai pembuka maupun penutup dalam isi surat sudah wajib untuk ditulis.
Apabila kita membalas E-Mail dari pelanggan, kata-kata seperti:
"Terima kasih atas E-Mail yang bapak/ibu kirim per tanggal….. "; "Mohon maaf atas keterlambatan dalam membalas E-Mail Bapak/Ibu"; "Terima kasih atas order yang Bapak/Ibu kirim Sebagai kalimat pembuka dalam membalas E-Mail, juga memberikan suatu tambahan nilai tersendiri bagi si penerima E-Mail."

Selalu mencantumkan nama dan jabatan adalah perlu sehingga mereka (pelanggan) dapat mengetahui dengan siapa mereka berhubungan.
Untuk memudahkan kita bahwa setiap E-Mail yang kita kirim selalu mencantumkan nama perusahaan, nama , jabatan maupun alamat, kita bisa menggunakan Signature File (fungsi yang ada di program E-Mail) yang secara otomatis akan mengirim data pribadi yang telah kita isi sebelumnya.


Sumber: http://www.otakku.com/

Saturday, 27 August 2016

Cara Benar dan Praktis Memperbaiki Foto yang Corrupt atau Rusak

Assalammualaikum, salam hangat buat para pengunjung blog ini, kami senantiasa akan berusaha memberikan tulisan-tulisan menarik buat anda. Ucapan terima kasih juga buat pengunjung setia yang selalu berkunjung dan berkomentar pada blog http://www.ismedrizal.id/ ini.

Bagi pengujung yang suka fotografi tulisan saya sebelumnya tentang Tips Objek Fotografi dengan Tema Kekinian mungkin akan menambah wawasan kita dibidang fotografi dan kali ini kita akan membahas tentang Memperbaiki Foto yang Corrupt atau Rusak pada memory kamera

Kita mungkin pernah menemukan file foto seperti gambar dibawah ini:
File Foto yang Corrupt
file foto tidak bisa dibuka


File Foto Setengah Rusak
Penyebab File Foto Rusak atau Corrupt
Mungkin kita bertanya-tanya kenapa sebuah file foto bisa seperti itu (diatas). Dari beberapa kasus yang penulis temukan, hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:

  • Media penyimpanan (memory, flashdisk, hardisk, CD dll) yang sudah lama
  • Cara menggunakan media penyimpanan yang sembrono tanpa memikirkan keamanan file didalamnya
  • Sering mencabut dan memasang media penyimpanan ketika sedang digunakan pada komputer
  • Bahkan bisa juga disebabkan oleh tekanan listrik yang turun naik
  • Tentu saja ketika komputer mati secara tiba-tiba karena putusnya arus listrik masalah ini juga dapat terjadi
Tulisan ini merupakan kejadian yang penulis alami sendiri saat memperbaiki memory kamera seorang pelaksana proyek pembangunan infrastruktur masyarakat didaerah tempat penulis berdomisili.

Disodorkan memory kamera yang filenya corrupt tentu tantangan tersendiri juga, hehe. Maklum berdasarkan informasi dari pemilik memory ini, file atau memory tersebut sudah dicoba dibawa ke beberapa tempat namun belum ada yang berhasil memperbaikinya.

Langsung saja browsing menggunakan internet, searching disemua search engine seperti google, penulis menemukan beberapa aplikasi yang dikatakan mudah untuk memperbaiki file yang rusak ini.

Namun penulis sendiri jatuh hati pada software yang berikut ini, karena beberapa software atau aplikasi yang dicoba, aplikasi ini layak diacungi jempol.

Stellar Phoenix Photo Recovery dan Stellar Phoenix JPEG Repair yaaa, ini software tersebut. Berikut tampilan screenshot dari aplikasi softwarenya.
Stellar Phoenix Photo Recovery

Stellar Phoenix JPEG Repair
Cara Menggunakan Software
Bagi pengunjung yang belum pernah mencoba aplikasi software ini, ikuti saja panduan instalasi dan pemakaian software dibawah ini, penulis jamin mudah menggunakannya.

  • Download terlebih dahulu Stellar Phoenix Photo Recovery disini 
  • Download juga Stellar Phoenix JPEG Repair disini
  • Setelah di download silahkan install seperti gambar dibawah ini




  • Selesai Install agar aplikasi menjadi full jangan lupa registrasi, gunakan key yang sudah ada pada file download diatas
  • Untuk recovery perhatikan gambar dibawah ini
  • Perhatikan juga gambar dibawah ini untuk panduan lebih lanjut
  • Nah Selesai Bagian Recovery File :-)
Jika pengunjung menemukan file foto yang rusak atau setengah saja foto yang muncul seperti gambar diatas, maka kita dapat menggunakan Stellar Phoenix JPEG Repair (sudah disertakan pada file download diatas). Cara menggunakannya hampir sama seperti foto recovery diatas


Demikian artkel kali ini tentang Cara Benar dan Praktis Memperbaiki Foto yang Corrupt atau Rusak, semoga pengunjung yang mencoba cara ini benar-benar berhasil melakukannya, semoga tulisan ini bermanfaat dan berguna bagi pengunjung dan bagi kita semua. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :-)

Wednesday, 10 August 2016

Cara Mendaftar Program Satu Juta Domain Kemenkominfo RI 2016

Program Satu Juta Domain adalah salah satu program unggulan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan konten-konten positif dan produktif di Internet. Dengan menggunakan nama domain Indonesia yang terpercaya dan server di dalam negeri, program ini juga akan menekan tingkat anonimitas di Internet, mendorong optimalisasi akses internet dalam negeri, dan mempercepat akses konten lokal.
Program ini terbuka untuk seluruh UMKM, Sekolah, Pondok Pesantren, Komunitas, dan Desa di Indonesia.
Program akan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2016 hingga 2018, dengan target 350.000 situs internet dengan domain Indonesia diaktifkan setiap tahunnya.

Pemerintah akan membantu biaya domain dan hosting untuk satu tahun. Pemerintah juga menyediakan tenaga pendamping di berbagai wilayah untuk menjamin kesuksesan program ini. Pemerintah juga akan mengadakan pelatihan-pelatihan di seluruh wilayah Indonesia.

Setelah tahun pertama, peserta program dapat memperpanjang penggunaan domain dan hosting secara mandiri dengan biaya sendiri. Diharapkan setelah tahun pertama, peserta dapat menerima manfaat  dari menggunakan situs internet sehingga dapat membiayainya sendiri.

Nama domain yang bisa digunakan?
  • UMKM: co.id, biz.id, atau web.id
  • Sekolah: sch.id
  • Pondok pesantren: ponpes.id
  • Komunitas: or.id
  • Desa: desa.id
Pendamping Program Satu Juta Nama Domain?
Pendamping Program adalah individu Warga Negara Indonesia yang sudah diseleksi oleh Kementerian Kominfo RI yang memiliki kemampuan yang dipersyaratkan. Pendamping bertugas membantu peserta program, untuk membangun situs internet, memelihara, dan mempromosikannya secara online.

Cara mendaftar sebagai peserta
Silakan masuk ke link berikut ini http://daftar.1juta.id
Karena harus melalui beberapa tahapan administratif dan teknis, situs internet diperkirakan akan aktif dalam waktu 5-10 hari kerja. Jika ada persyaratan yang belum terpenuhi, waktu pengaktifan dapat mengalami kemunduran atau bahkan ditolak sama sekali.

Nama domain dapat dipilih oleh peserta dengan catatan nama tersebut belum didaftarkan oleh peserta lain. Apabila sudah didaftarkan oleh peserta lain, maka peserta akan diberitahu dan harus mengganti dengan nama domain lainnya. Pemilihan hosting diatur oleh Kementerian Kominfo RI.

Pemberitahuan:
----------------
Bagi anda yang mendaftar melalui aplikasi pendaftaran www.1juta.id dan berada diluar wilayah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur, agar dapat diketahui bahwa saat ini anda tidak memperoleh fasilitas pendampingan.

Untuk membantu anda dalam pengelolaan dan pembangunan fasilitas website yang akan anda terima pada program ini, kami telah sediakan manual penggunaan preload content/template website dari setiap penyedia hosting yang tergabung dalam program satu juta domain sebagai panduan, untuk mengakses informasi tersebut silahkan klik tautan berikut: http://www.1juta.id/panduan-preload-content

Pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami lewat email di: satujutadomain@kominfo.go.id

Tuesday, 9 August 2016

Jadwal Ujian Nasional Perbaikan (UNP) 2016

Jadwal Kegiatan UNP 2016 (1)
  • 5 Agustus 2016 : Penutupan Pendaftaran (Jam 12.00)
  • 5 Agustus 2016 : Pengalokasian Tempat Daftar Ulang
    • Dilakukan oleh system (Jam 18.00)
  • 6 s/d 7 Agustus 2016 : Editing Tempat Daftar Ulang
    • Editing Tempat Daftar Ulang jika diperlukan
    • Editing oleh Provinsi (jika lintas Kota/kab) dan Kota/Kab jika perpindahan sekolah dalam kota/kab.
    • Ditutup Tanggal 7 Agustus Jam 14.00 WIB
    • Kota/Kab menyampaikan akses Web ke sekolah tempat daftar ulang.
  • 8 Agustus 2016 : Sekolah melakukan persiapan menerima Daftar Ulang
  • 8 Agustus 2016 : Pengumuman Tempat Daftar Ulang Di Web
Jadwal Kegiatan UNP 2016 (2)
  • 9 – 11 Agustus 2016 : Sekolah Menerima Peserta Daftar Ulang
    • Menerima dan Memeriksa berkas Peserta
    • Ceklist Peserta Daftar Ulang di Web
    • Mencetak dan menandatangani Bukti Daftar Ulang
  • 12 – 13 Agustus 2016 : Penetapan TUNP
    • Evaluasi TUNP berdasar jumlah peserta daftar Ulang
    • Penetapan TUNP (13 Agustus 2016 Jam 12.00)
  • 12 – 14 Agustus 2016 : TUNP mengisi data di Web
    • Data Proktor Utama dan Teknisi Utama
    • Jumlah Server dan Jumlah Klien di masing-masing server
    • Jumlah Ruang
    • Pengisian data ditutup pada tanggal 14 Agustus 2016 Jam 16.00
Jadwal Kegiatan UNP 2016 (3)
  • 15 – 16 Agustus 2016 : Pengaturan peserta di TUNP
    • Kota/Kab mengatur Pengalokasian Peserta ke TUNP
    • TUNP mengatur Pengalokasian Peserta di Server
    • TUNP mengatur Sesi Peserta
    • Pengaturan ditutup Tanggal 16 Agutus 2016 Jam 16.00
  • 15 – 19 Agustus 2016 : TUNP menyiapkan tempat Latihan
    • Ruang, Server dan Klien dll
  • 19 Agustus 2016 : Pengumuman ke Peserta
    • Tempat dan Waktu Latihan Ujian
    • Tempat dan Sesi Pelaksanaan UNP
  • 21 Agustus 2016 : TUNP melakukan Sinkronisasi Latihan Ujian
    • Menyiapkan server dan koneksi internet
  • 22 – 24  Agustus 2016 : TUNP melaksanakan Latihan Ujian
    • Mencetak Kartu Login
    • Menerima peserta dan membagikan kartu login
  • 27 - 28  Agustus 2016  : Sinkronisasi UNP 1
  • 29 – 1 September 2016 : Pelaksanaan UNP 1
  • 4 September 2016  : Sinkronisasi UNP 2
  • 5 – 7 September 2016 : Pelaksanaan UNP 2
Jadwal Kegiatan UNP 2016 (4)
  • 17 September 2016 : Pengumuman Hasil UNP
  • 19 – 23  September 2016 : Pencetakan SHUNP
  • 21 - 30  September 2016: Distribusi SHUNP ke Kota/Kab – Sat Pendkkn
  • 3 – 7 Oktober 2016: Penyerahan SHUNP ke Peserta
Daftar Peserta Ujian Nasional Perbaikan
Tempat Ujian SMK Negeri 2 Pariaman

Nopes SHUN                   Nama Peserta
4-16-08-07-002-274-7    ABDUL RACHMAN SAYUTI
4-16-08-07-001-181-4    ADAM BURHAN
4-16-08-07-001-182-3    ADI ARIANTO PUTRA
4-16-08-07-001-151-2    AFRI REZKI
4-16-08-07-002-139-6    AGITRI YUNI
4-16-08-07-002-189-4    AGNESIS YOVANI
4-16-08-07-001-057-8    AGUSMAN RAHMAD
4-16-08-07-003-103-2    AIDIL PUTRA
4-16-08-07-001-094-3    ALMAN ZUKRI
4-16-08-07-002-190-3    AMELIA EKA PUTRI
4-16-08-07-002-213-4    AMELIA SAFITRI
4-16-08-07-002-277-4    ANDRI MASDIANTO
4-16-08-07-002-142-3    ANISA PUTRI
4-16-08-07-002-091-6    ANNISA AZAHRA
4-16-08-07-002-214-3    ANNISA FITRI
4-16-08-07-002-143-2    ANNISA PUTRI SEPTIANTI
4-16-08-07-001-204-5    ARIADI Z
4-16-08-07-002-062-3    ARSAISA RUSANTI
4-16-08-07-003-104-9    ASRAUL IHSAN
4-16-08-07-002-216-9    ATIKA YASRI
4-15-08-07-003-023-2    AZWIRMANSYAH
4-16-08-07-001-187-6    BILLYANO EKO PRATAMA
4-16-08-07-001-271-2    CHANDRA ARDI
4-16-08-07-002-032-9    CHINTYA BRILLYANTI GUSTI
4-16-08-07-003-127-2    DEFRI WANDA
4-16-08-07-002-144-9    DESI MAYSARI
4-16-08-07-002-145-8    DESI YARNI
4-16-08-07-003-106-7    DHONNY SURYANTO
4-16-08-07-002-259-6    DIAN ISLAMIATI
4-16-08-07-002-146-7    DIAN RAVIDIANA
4-16-08-07-003-006-3    DILFAN ASMARDI
4-16-08-07-002-096-9    DINI DWI SYAFIRA
4-16-08-07-002-147-6    DINI HUSWATI YULIM
4-16-08-07-002-195-6    DIVIA AMANDA EKA PUTRI
4-16-08-07-001-155-6    DORI YULISMAN
4-16-08-07-002-282-7    ELKA DESVIRA
4-16-08-07-002-219-6    ELSA MUTIA
4-16-08-07-002-003-6    EMILSA WARDANA
4-16-08-07-001-010-7    ERDYANSYAH
4-16-08-07-001-032-9    ERLINDO SUWANDRI
4-16-08-07-003-130-7    FADHILA GUSNI
4-16-08-07-003-152-9    FATRIA DESTIKA
4-16-08-07-001-103-2    FAUZI RAHMAD
4-16-08-07-001-192-9    FEBRI HANAFI
4-16-08-07-002-007-2    FIRDAUS
4-16-08-07-002-123-6    FITRI PERMATA KURNIA
4-16-08-07-002-008-9    FITRI YANTI
4-16-08-07-002-124-5    GUSTI DIANA YUSMAN
4-16-08-07-003-008-9    HADYAN SYAUQI
4-16-08-07-002-009-8    HAMDI RAHMAN
4-16-08-07-003-131-6    HANI ANDIRA
4-16-08-07-002-262-3    HARI SAPUTRA
4-16-08-07-003-009-8    HENDRI SAPUTRA
4-16-08-07-002-037-4    HERLI YANI
4-16-08-07-002-103-2    HERMAI APRE HOCKY YULANDO
4-16-08-07-001-197-4    ILHAM AKBAR MAULANA
4-16-08-07-003-113-8    IMAM FAKHRI MUHAMMAD
4-16-08-07-002-283-6    INDAH PURNAMA SARI
4-16-08-07-002-010-7    INTAN GUMALA SARI
4-16-08-07-003-133-4    IRA FEBRI YANTI
4-16-08-07-002-201-8    IRMA YANTI
4-16-08-07-001-281-8    ISMUL HABIBI
4-16-08-07-001-282-7    JEFRI AFRI YANTO
4-16-08-07-002-012-5    JEMIE SETIAWAN PILIANG
4-16-08-07-002-170-7    KHADIJAH DASMAN
4-16-08-07-002-013-4    KURNIA NOFRIALGUS
4-16-08-07-002-040-9    LILIS MARLINA
4-16-08-07-002-294-3    LISA SUCI RAMADHANI
4-16-08-07-002-202-7    LIVIA ROSMITA
4-16-08-07-002-295-2    LIZA MURNI SUSANTI
4-16-08-07-002-173-4    LUCY AULIA PUTRI
4-16-08-07-001-159-2    LUKTI FAIZ JANUAR
4-16-08-07-002-015-2    M. IKHSAN RAVIDIANTO
4-16-08-07-001-257-8    M. RIZKI PRATAMA
4-16-08-07-001-046-3    MAULANA USMAN
4-16-08-07-001-224-9    MAY YURIADI HANDIKA SAPUTRA
4-16-08-07-002-297-8    MEGA SETIAWATI
4-16-08-07-002-204-5    MELA RAMADHANI
4-16-08-07-002-016-9    MELDA DWIANA JELITA
4-16-08-07-002-017-8    MELLY LOLITA
4-16-08-07-002-175-2    MERI ALNUR
4-16-08-12-002-009-8    MERY GUSMA YANTI
4-16-08-07-002-206-3    MERY MALINDA
4-16-08-03-101-093-4    MHD. ALIF HAIKAL
4-16-08-07-002-041-8    MIFTAHUL JANNAH
4-16-08-07-003-115-6    MIRAL
4-16-08-07-001-226-7    MUHAMMAD ABRAR JONIS PUTRA
4-16-08-07-003-048-9    MUHAMMAD ADRIAN
4-16-08-07-001-137-8    MUHAMMAD AMRULLAH SAPUTRA
4-16-08-07-003-116-5    MUHAMMAD ASEP YURAHMAN
4-16-08-07-002-299-6    MUHAMMAD FADHIL
4-16-08-07-003-138-7    MUHAMMAD RIDWAN
4-16-08-03-002-211-6    MUTIA APRILA GUSRIL
4-16-08-07-003-139-6    NANDA DEPRIANTO
4-16-08-07-002-043-6    NANDA WULANDARI
4-16-08-07-002-129-8    NAUFAL FENO AL AZMI
4-16-08-07-002-130-7    NISA AULIA
4-16-08-07-002-237-4    NISPU SYA'ABAN. M
4-16-08-07-002-302-3    NONI SARTIKA PUTRI
4-16-08-07-002-180-5    NURUL FADHILLA
4-16-08-07-002-304-9    NURZA WIRMA
4-16-08-07-001-143-2    OPI ILHAM HUSEN
4-16-08-07-001-168-9    PIRZA BOBI IRWAN
4-16-08-07-002-305-8    PITRIYANI SAPUTRI
4-16-08-07-002-150-3    PUSPA OKVIANTI
4-16-08-07-003-094-3    PUTRA
4-16-08-07-002-210-7    PUTRI DIANA
4-16-08-07-002-151-2    RADA NOFRIANTI ARZA
4-16-08-07-003-119-2    RAFKI LAMENDRA
4-16-08-07-003-053-4    RAHMAD HIDAYAT
4-16-08-07-001-228-5    RAHMAD IQBAL
4-16-08-07-003-141-4    RAHMADATUL ANDAYANI
4-16-08-07-002-020-5    RAHMAT PUTRA
4-16-08-07-002-021-4    RANI PERMATA SARI
4-16-08-07-002-225-8    RENI JULIA SARI
4-16-08-07-001-170-7    REZI SAHPUTRA
4-16-08-07-002-022-3    REZKI MILIYANRI RAMADHAN.S
4-16-08-07-003-143-2    REZY PRATAMA
4-16-08-07-002-270-3    RIA JUNIFA
4-16-08-07-002-154-7    RICE AYU KRISMONICA
4-16-08-07-002-023-2    RIDHO AL AMZAH
4-16-08-07-001-212-5    RIKO FAJRIAN AKRU
4-16-08-07-002-226-7    RINI KARTIKA INTAN SARI
4-16-08-12-002-167-2    RISKA PUJA ANGGARA
4-16-08-07-003-097-8    RISKI RAHMAT
4-16-08-07-003-121-8    RITA MARDIANIS
4-16-08-07-002-271-2    RITA SUCI JUANDA
4-16-08-07-003-020-5    RIZKY ALDI
4-16-08-07-002-227-6    ROMI MARTHIN
4-16-08-07-002-307-6    RONALDI AMRIL
4-16-08-07-003-122-7    ROZI SAPUTRA
4-16-08-07-003-123-6    RUSDI AFANDI
4-16-08-07-001-148-5    SAIFUL ADE PUTRA
4-16-08-07-002-272-9    SAKINAH REZTI KHALID
4-16-08-07-001-176-9    SATRIA AFRIADI
4-16-08-07-002-308-5    SILMA KHAIRU ANNISA
4-16-08-07-002-186-7    SISKA SEPRIANI
4-16-08-07-002-187-6    SONIA SYAM
4-16-08-07-002-188-5    SUCI RAMADHANI
4-16-08-07-002-054-3    TANIA APRILIA
4-16-08-07-002-288-9    VERA SISKA CHANDRA
4-16-08-07-002-161-8    VIRA SAGITA DEWI
4-15-08-07-002-028-5    VIRELL PRASTAMA
4-16-08-07-002-232-9    WENDA MELIA PUTRI
4-16-08-07-002-289-8    WILNA AGUSTIN
4-16-08-07-002-310-3    YANI GUSMANDA
4-16-08-07-002-311-2    YESI SUSILAWATI
4-16-08-07-001-219-6    YULIA SYAFRIDON
4-16-08-07-003-061-4    YUSUF MULYADI. S
4-16-08-07-003-124-5    YUSUF REYHAN AL RAZZAQ
4-16-08-07-002-255-2    ZALINA SARI

Sunday, 31 July 2016

Aplikasi Dapodik Terbaru 2016 Sudah Dirilis

Selamat datang para pengunjung setia :-). Artikel kali lanjutan dari artikel sebelumnya tentang Panduan Sementara Aplikasi Dapodik 2016. Dari halaman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id, hari ini sudah di launching aplikasi Dapodik 2016.
Berikut ini kutipan dari halaman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id
Puji syukur, Alhamdulillah. Tim Dapodikdasmen telah merilis Aplikasi Dapodik 2016 sebagai langkah tindak lanjut untuk menyatukan Aplikasi Dapodik (front-end) untuk jenjang Pendidikan Dasar (Dapodik SD/SMP/SLB) dan jenjang Pendidikan Menengah (Dapodik SMA/SMK). Pada Aplikasi Dapodik 2016 terdapat beberapa pembenahan yang cukup siginifikan dalam hal data referensi, metodologi registrasi, mekanisme memasukkan data GTK baru, pengaturan kurikulum dan pembelajaran. Pembenahan-pembenahan tersebut sebagai upaya dalam melakukan sinkronisasi aturan/regulasi, prosedur, dan mekanisme pemanfaatan data dari Dapodik untuk transaksional di Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, transaksi BOS, PIP dan lainnya.  Diharapkan dengan pembenahan ini akan semakin meningkatkan kualitas data di Dapodik dalam mendukung semua transaksional di lingkungan Kemendikbud.
Pembaruan dapodik kali ini mencakup pembaruan database dan sisi front-end, yang mewajibkan dapodik untuk di install ulang secara fresh, tidak dapat di update dari aplikasi yang lama.

Nah apa saja pembaruan yang sudah ada pada aplikasi dapodik terbaru 2016 ini?
Berikut ini merupakan daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik 2016:
[Pembaruan] Pembaruan tampilan antarmuka pengguna
[Pembaruan] Fungsi ganti gambar profil pengguna
[Pembaruan] Penambahan menu Sekolah Aman pada data rinci sekolah
[Pembaruan] Penambahan kolom isian pada sanitasi di data rinci sekolah
[Pembaruan] Penambahan kolom Aktivitas Peserta didik pada tabel MoU Kerjasama untuk SMK pada data rinci sekolah
[Pembaruan] Penambahan isian nama wajib pajak di form sekolah
[Pembaruan] Menu dropdown di data rinci sekolah
[Pembaruan] Penambahan penilaian komponen pada input kondisi
[Pembaruan] Status tingkat kerusakan
[Pembaruan] Sidebar data periodik sarana, buku dan alat
[Pembaruan] Status kolom "vld"
[Pembaruan] Menu validasi (hanya 1 kali perbaikan)
[Pembaruan] Kolom ID Bank, Rekening Bank, dan Rekening atas nama
[Pembaruan] Kolom nama wajib pajak pada PTK
[Pembaruan] Sidebar daftar tugas tambahan
[Pembaruan] Menu paging pada tabel PTK
[Pembaruan] Penambahan kolom penerima KIP pada Peserta Didik
[Pembaruan] Penambahan kolom nomor KIP pada Peserta Didik
[Pembaruan] Penambahan kolom nama di KIP pada Peserta Didik
[Pembaruan] Penambahan kolom nomor KKS pada Peserta Didik
[Pembaruan] Penambahan kolom nomor registrasi akta lahir pada Peserta Didik
[Pembaruan] Penambahan kolom alasan menolak KIP pada Peserta Didik
[Pembaruan] Penambahan kolom NIK ayah, ibu, dan wali pada Peserta Didik
[Pembaruan] Menu paging pada tabel PD
[Pembaruan] Pengelompokan validasi berdasarkan tabel sekolah, sarpras, peserta didik, ptk, rombongan belajar, pembelajaran
[Perbaikan] Mengubah pengaturan bahasa tampilan standar menjadi bahasa Indonesia
[Perbaikan] Bug tidak bisa simpan pengguna pada tambah pengguna di menu manajemen pengguna
[Perbaikan] Bug tidak bisa tambah program pengajaran baru untuk SMA
[Perbaikan] Penonaktifan menu tambah/ubah/hapus di tabel akreditasi sekolah dan tabel blockgrant
[Perbaikan] Penyeragaman deteksi kepala sekolah di beranda dan validasi
[Perbaikan] Validasi email dan website pada DuDi
[Perbaikan] Perubahan nama kolom "keterangan" menjadi "spesifikasi"
[Perbaikan] Verifikasi format penulisan NPWP
[Perbaikan] Pengaturan pengisian no SK dan TMT berdasarkan jenis kepegawaian PTK
[Perbaikan] Perubahan nama kolom dari "NIK" menjadi "NIK/No. Passport untuk WNA" pada formulir PTK
[Perbaikan] Penguncian data rw. sertifikasi, inpassing non-PNS pada data rinci PTK
[Perbaikan] Perbaikan nama tab "Buku" menjadi "Buku yang pernah ditulis" pada data rinci PTK
[Perbaikan] Tambah baru PTK pada aplikasi dinonaktifkan
[Perbaikan] Penambahan kolom referensi "kembali bersekolah"
[Perbaikan] Perubahan penamaan kolom dari "Paket Keahlian" menjadi "Program Pengajaran" pada rombongan belajar
[Perbaikan] Informasi jumlah jam per kelompok matpel pada pembelajaran
[Perbaikan] Unduh excel validasi per kelompok validasi

Melalui launching aplikasi dapodik baru ini admin berpesan agar senantiasa terus meningkatkan kualitas data Dapodik, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Bagi para operator dan admin sekolah, dibawah ini kami bagikan link download aplikasi dapodik 2016
  • Aplikasi Dapodik Versi 2016 (unduh disini)
  • Generate Data Prefill (unduh disini)
  • Panduan Penggunaan Aplikasi Versi 2016 (unduh disini)
  • Surat Edaran Dirjen Dikdasmen (unduh disini)
Jika Anda mengalami kesulitan mengunduh Aplikasi Dapodik V.2016 melalui link diatas, silahkan gunakan beberapa link alternatif berikut:
Dikutip dari FB Syafrizal Alimunar
Yang perlu dilakukan di aplikasi Dapodik 2016:
1. Baca berita tentang release Dapodik 2016 di web dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id
2. Download dan baca panduan Dapodik 2016,
3. Download dan install aplikasi Dapodik 2016
4. Lakukan registrasi, bisa offline dan online... Bedanya apa? Iqro panduan dulu
5. Setelah berhasil login, di menu "Beranda", biasanya nama Kepsek belum terpilih, sekolah menolak dana BOS.... Hal ini muncul karena belum memperbarui data

6. Klik tab "Profil Pengguna", lengkapi data-data anda sebagai operator... Kalau bingung, klik lambang tanda tanya (?)
7. Klik tab "Sekolah", klik tab "Data Periodik 2016/2017", perbarui isinya sesuai kondisi sekolah...
8. Masih di tab "Sekolah", klik "Sanitasi 2016/2017", perbarui isinya sesuai kondisi sekolah
9. Masih di tab "Sekolah", klik "Sekolah Aman", isi data yang diminta... Kalau masih bingung, baca Permendikbud Nomon 82 tahun 2015
10.Masih di tab "Sekolah", klik "Paket Keahlian Dilayani", isi data jumlah peserta didik siswa baru
11. Klik tab "Sarpras", klik "Salin Data Periodik"
12. Klik tab "PTK:, klik "Salin Penugasan"
13. Klik tab "Peserta Didik", pilih siswa yang sudah lulus, kemudian klik "Proses Bersama Kelulusan", tanggal dan bulan di isi sesuai dengan tanggal dan bulan di Ijazah..
14. Klik tab "Rombongan Belajar", klik tab "Menu Aksi", (lokasi dimenu bawah),,, pilih "Kenaikan Kelas", klik kelas X dan XI untuk naik kelas.... Sedangkan kelas X (untuk siswa baru), rombelnya dibuat dengan cara klik menu "Tambah"
15. Setelah rombel kelas X sudah dibuat, langkah selanjutnya entri data siswa baru
16. Untuk siswa yang tidak naik kelas atau berhenti, keluarkan dulu dari rombel. kmudian klik "Registrasi", silahkan di isi alasannya
17. Masih di tab "Rombongan Belajar", klik "Pembelajaran", silahkan di isi jam dan mata pelajaran PTK
18. Kalau sudah beres, lakukan validasi dan sinkron

Monday, 25 July 2016

Li-Fi Teknologi Jaringan Nirkabel Terbaru

Wi-Fi vs Li-Fi
 

Wi-Fi (Wireless Fidelity)
Sebelum kita membahas tentang Li-Fi, mari kita lihat generasi sebelumnya yang saat ini banyak digunakan dalam komunikasi data.
Dikenal dengan nama Wi-Fi, Wi-Fi merupakan singkatan dari Wireless Fidelity yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE:
802.11a
802.11b
802.11g
802.11n


Pada awalnya Wi-Fi hanya dipakai untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Local Area Network (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Saat seseorang dengan komputer yang memiliki kartu nirkabel (wireless card) dapat dan sangat dimungkinkan untuk terhubung dengan internet menggunakan hotspot (titik akses) terdekat.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Penggunaan Wi-Fi dikalangan komunitas internet sangatlah tinggi, hal ini disebabkan oleh paling tidak 2 faktor:
  • Kemudahan akses, para pengguna dalam satu area dapat mengakses internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel. Dengan kata lain pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot. Semakin banyaknya hotspot di tempat-tempat tersebut yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan dipicu faktor kedua.
  • Biaya relatif murah, Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia. Semakin banyak hotspot yang tersedia, maka akan semakin murah biaya untuk mengaksesnya.
Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.

Bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Li-Fi (Light Fidelity)
Nah, bagi yang baru mendengar istilah Li-Fi mari kita simak penjabarannya dibawah ini :-).
Li-Fi (Light Fidelity) merupakan sebuah metode baru untuk mengirimkan paket data berkecepatan tinggi berbasis nirkabel yang menggunakan spektrum cahaya terlihat (visible light spectrum), yaitu bola lampu LED. Adapun alasan menggunakan bola lampu LED karena teknologi Li-Fi menghasilkan pencahayaan dengan level sangat tinggi yang mana LED merupakan sumber cahaya semikonduktor yang dapat memperkuat intensitas cahaya dan perpindahan yang begitu cepat dengan memodulasi ribuan sinyal yang tidak terlihat oleh manusia. Dengan penggunaan teknologi Li-Fi ini dapat memberi akses internet 100 kali lebih cepat dibandingkan dengan Wi-Fi. Li-Fi memiliki kecepatan transfer data hingga 1Gbps (Giga bit per second). Ini jauh lebih cepat dibandingkan Wi-Fi yang hanya 600Mbps.


Teknologi Li-Fi disebut-sebut akan menggantikan jaringan Wi-Fi. Li-Fi sendiri menggunakan teknologi berbasis cahaya (Visible Light Communication / VLC) untuk mentransmisi alur datanya. Berbeda dengan Wi-Fi yang justru menggunakan gelombang radio untuk mentransmisi alur datanya.

Teknologi Li-Fi sudah diuji oleh sebuah perusahaan di Estonia bernama Velmenni. Mereka sudah melakukan percobaan untuk teknologi ini di beberapa kantor, laboratorium, dan lingkungan industri di kota Tallin (ibu kota Estonia). Dari hasil percobaan tersebut didapat bahwa kecepatan data secara teoretis sebesar 224 Gbps. Itu berarti film beresolusi tinggi nantinya dapat diunduh hanya dalam hitungan detik saja.

Berbicara tentang kesiapan teknologi ini, Deepak Solanki (CEO Velmenni) menyatakan bahwa "Kami" sedang melakukan proyek percontohan di beberapa industri yang berbeda dimana kita dapat memanfaatkan teknologi VLC (Visible Light Communication). Saat ini, kami telah merancang solusi pencahayaan yang cerdas untuk lingkungan industri dimana komunikasi data dilakukan melalui cahaya. Kami juga melakukan proyek percontohan dengan klien pribadi di mana kita sedang menyiapkan jaringan Li-Fi untuk mengakses internet di ruang kantor kami. Teknologi ini baru dapat dinikmati oleh konsumen pada 3-4 tahun mendatang. Waah masih lama ya gan, hehe namun dengan semakin canggihnya teknologi sekarang, saya pikir tidak akan sampai selama itu.
Teknologi ini juga telah diuji coba oleh maskapai penerbangan yang ingin menggunakannya untuk memberikan konektivitas yang lebih baik dalam penerbangan, dan badan-badan intelijen yang tertarik pada potensi Li-Fi untuk keamanan transfer data nirkabel.
Orang dibalik penemuan Li-Fi
Pada tahun 2011, teknologi Li-Fi diciptakan oleh Prof Harald Haas seorang fisikawan berkebangsaan Jerman dari Universitas Edinburgh, Skotlandia yang juga menjabat sebagai Ketua Mobile Communication. Selain itu, Prof. Haas merupakan co-founder dari PureLifi.

Prof. Haas menjelaskan tentang masa depan dimana miliaran bola lampu nantinya dapat menjadi hotspot nirkabel. Dalam presentasinya pada konferensi TED (Technology, Entertainment and Design) di tahun 2011, Prof. Haas menggambarkan kecepatan teknologi VLC menggunakan modern LED mencapai 1000Gbps sedangkan jika menggunakan infra red hanya berkisar 1000 bps saja. Ini berarti kecepatan yang dihasilkan dari spektrum cahaya LED 10.000 kali lebih besar dari spektrum gelombang radio. Prof. Haas juga mengatakan bahwa infrastruktur saat ini sangat memungkinkan untuk setiap bohlam lampu LED tunggal diubah menjadi sebuah ruter nirkabel super cepat. Menurut beliau yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan microchip kecil untuk setiap perangkat pencahayaan yang potensial. Cara ini akan menggabungkan dua fungsi dasar pencahayaan dan transmisi data nirkabel.
Teknologi Li-Fi memiliki keunggulan tidak mengganggu sinyal radio lainnya sehingga hal ini memungkinkan untuk digunakan di dalam pesawat dan tempat lainnya yang terkena dampak penggunaan sinyal radio. Keunggulan lainnya bahwa cahaya tidak dapat menembus dinding sehingga ini membuatnya lebih aman dari pengintaian oleh pihak eksternal. Namun, ternyata Li-Fi juga mempunyai kekurangan, yaitu tidak dapat digunakan di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung, karena transmisi informasi dengan pencahayaan lampu melalui udara menjadi lebih sulit dilakukan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tunnel pencahayaan yang dapat memandu arah tujuan sinyal tersebut ketika berada di alam bebas.

Bagaimana cara Li-Fi bekerja?
Ketika Bulb memancarkan arus konstan ke bola lampu LED dengan kecepatan yang sangat tinggi, aliran konstan foton yang dipancarkan dari lampu diamati sebagai VLC. Untuk mendeteksi aliran data pada intensitas cahaya berkecepatan tinggi diperlukan suatu komponen pendeteksi foto (photo detector). Komponen ini juga berfungsi mengubah aliran data dalam intensitas cahaya (amplitudo) ke sinyal arus listrik. Unit amplifikasi dan pemrosesan sinyal (amplification and signal processing) bertugas mengubah aliran data dalam bentuk biner menjadi data orisinil seperti audio, video, web, dan informasi aplikasi yang kemudian ditransmisikan ke komputer atau perangkat mobile. Fungsi pendeteksi foto dan pemrosesan sinyal dikemas dalam perangkat yang disebut receiver doungle. Sebuah komputer harus memiliki LED infra merah untuk dapat berkomunikasi dalam saluran uplink tersebut.

Teknologi Li-Fi ini masih membutuhkan riset lebih lanjut untuk penyempurnaannya. Apalagi teknologi ini tidak mencakup besaran area, tetapi tidak dapat menembus dinding sehingga membutuhkan banyak daya lampu dan komponen Li-Fi lainnya di suatu sudut ruangan atau gedung agar dapat saling terhubung dan memiliki kecepatan optimal yang stabil.
"My greatest vision is that light bulbs will become broadband communications equipment, so that the light bulb is not only able to provide lighting and will also become a necessary tool." kata Prof. Haas
Untuk tantangan selanjutnya, bagaimana teknologi Li-Fi dapat diakses di luar rumah pada saat pagi menjelang sore dimana masih terdapat sinar matahari sebagai pengganggu atau penghalang suatu aliran data yang dikirim agar sampai ke alamat tujuan dengan sempurna. Sampai saat ini, teknologi Li-Fi belum bisa mendukung hal tersebut.

Kita sebagai pengguna teknologi tentu berharap kecanggihan teknologi dari Li-Fi dapat segera terealisasikan, mungkin saja ada dari kita yang bisa menyempurnakannya. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua.

Sunday, 24 July 2016

Aplikasi Rapor Sesuai Permen 53 Menggunakan php bootstrap dan Codeigniter

Teknologi pada Aplikasi ini memang bukanlah yang terbaik dan yang terbaru, web server sudah dikenal semenjak internet muncul. Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan dari berbagai sumber yang di browsing di internet. Terutama phpmu.com, oleh Robby Prihandaya. Saya bergabung sebagai member beberapa bulan yang lalu.

Selama 3 tahun ini kami disekolah menggunakan kurikulum 2013 dan melaksanakan administrasi penilaian juga sesuai dengan kurikulum tersebut, 3 tahun mengelola penilaian menggunakan excel, tentu ada kelebihan dan kekurangannya.

Namun dari beberapa hal tersebut, kekurangan yang sangat menonjol diantaranya:
  1. Kesulitan Merekap Nilai. Terkadang nilai semester yang lalu saja kita sulit untuk menemukan kembali.
  2. Nilai tidak valid. Kenapa disebut demikian, salah satunya adalah nilai yang beragam.Nilai guru dan nilai yang ada di Wakil Kurikulum atau Wali Kelas terkadang berbeda, Nama Siswa pada aplikasi guru dengan aplikasi yang ada pada wali kelas terkadang juga berbeda
  3. Jika ada permen baru, format excel yang ada (rapor dan nilai) terpaksa diubah dan yang dirubah itu bukan saja 1 file, terkadang saya sendiri harus mengubah banyak dan beberapa format file.
Aplikasi ini diharapkan dapat meminimalisir kekurangan-kekurangan diatas, dimana semua nilai akan terintegrasi ke satu pintu (Server Akademik dan Nilai).


Tampilan Login Sistem Informasi Akademik Sekolah
Pada halaman login saya tambahkan level untuk wali kelas, kemudian juga menambahkan tahun akademik dan tahun akademik nanti akan ditambahkan sebagai session.
Keterangan:
  • Level : Untuk keamanan pengelolaan data login user diberi beberapa level, diantaranya Kepsek, Wali  Kelas, Guru, Siswa dan Admin 
  • User dan Password : Username menggunakan NIP dan password 1234 (setelah login password dapat diganti oleh user) 
  • Tahun Akademik : Agar Aplikasi ini dapat digunakan terus menerus dan agar data nilai terekap dengan baik, maka nilai disimpan per tahun akademik.

Halaman Login Guru
Dashboard Guru
Keterangan
  • Dashboard : pada halaman dashboard akan tampil Jadwal Mata Pelajaran per Masing-Masing Guru
  • Absensi Siswa : jika sarana prasarana memadai maka masing-masing guru dapat bisa menginput kehadiran siswa langsung dari ruang / kelas tempat mengajar
  • Bahan dan Tugas : Guru dapat Menginput bahan ajar dan tugas untuk siswa “e-learning”
  • Quiz/Ujian Online : sudah ada fitur ujian online untuk siswa
  • Forum Diskusi : Guru dan Siswa dapat berinteraksi pada menu ini
  • Input Jadwal Pelajaran : Guru diberi menu untuk menginput langsung jadwal pelajarannya, agar sinkron dengan input nilai akhir
  • Input Nilai Akhir : Guru menginput langsung nilai akhir, Nilai yang akan dijadikan sebagai nilai rapor
Kenapa cuma nilai akhir?
Sebenarnya pada aplikasi ini sudah disiapkan menu untuk input nilai harian, tugas, UTS dan UAS namun melihat situasi kondisi di Sekolah dan untuk mempermudah guru, maka di input cuma nilai akhir saja.

Form Input Nilai


Daftar Nilai Siswa

Tiap Guru akan input nilai per mata pelajaran masing-masing pada menu yang telah disediakan dalam sistem jaringan seperti gambar dibawah ini (Intranet)
Selanjutnya, setelah guru mengisi nilai, wali kelas hanya mengecek nilai-nilai yang sudah di entri tersebut, lalu menambahkan keterangan sikapkehadiranprestasiekstraurikuler dan keterangan-keterangan lainnya. Lalu rapor siap untuk di cetak per semester dan tahun akademik


Keterangan:
Pada halaman menu wali kelas, hampir sama dengan menu yang ada pada halaman guru, namun ada penambahan beberapa menu diantaranya:
  • Sikap Semester 1 : menu ini digunakan untuk entri komentar sikap pada rapor semester 1 
  • Sikap Semester 2 : menu ini digunakan untuk entri komentar sikap pada rapor semester 2 
  • Cetak Rapor : Wali kelas dapat langsung melihat nilai yang sudah di input oleh masing-masing guru Matapelajaran, lalu mencetaknya
  • dan fitur-fitur lainnya
Halaman Cetak Rapor (Admin dan Wali Kelas)

Adapun hasil dari cetak rapor (K13) sesuai permen 53 adalah sebagai berikut.


Sekali lagi Aplikasi ini memang bukanlah yang terbaik dan masih banyak kekurangan, dalam mengerjakan ini saya pribadi juga masih dalam tahap belajar untuk menjadi lebih baik dan tentu saja hanya untuk kemajuan sekolah.
Demikian Deskripsi singkat tentang Sistem Info Akademik “Aplikasi Penilaian Terintegrasi Berbasis Web”, semoga dapat bermanfaat.

DOWNLOAD

Saturday, 23 July 2016

Panduan Gerakan Literasi Sekolah

Pengertian Literasi
Beberapa sumber mengatakan bahwa literasi adalah kemampuan memaknai teks, huruf, angka dan simbol kultural. Pada kesempatan lain literasi secara khusus merupakan sebuah sistem pendidikan yang tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis tapi juga menyangkut memaknai teks dan simbol kultural.


Dari beberapa sumber tersebut dan materi yang kami dapatkan dapat disimpulkan bahwa literasi adalah
Pembiasaan berfikir diikuti dengan proses membaca, menulis dan tentu saja proses kegiatan tersebut akan menghasilkan sebuah karya atau project yang baik dan yang terpenting adalah nilai nilai luhur yang dikandung dari pembiasaan (literasi) tersebut.
Masyarakat global dituntut untuk dapat mengadaptasi kemajuan teknologi dan keterbaruan/kekinian. Deklarasi Praha (Unesco, 2003) mencanangkan pentingnya literasi informasi (information literacy), yaitu kemampuan untuk mencari, memahami, mengevaluasi secara kritis, dan mengelola informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk pengembangan kehidupan pribadi dan sosialnya.

Kebutuhan literasi di era global ini menuntut pemerintah untuk menyediakan dan memfasilitasi sistem dan pelayanan pendidikan sesuai dengan UUD 1945, Pasal 31,  Ayat 3

Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undangundang

Ayat ini menegaskan bahwa program literasi juga mencakup upaya mengembangkan potensi kemanusiaan yang mencakup kecerdasan intelektual, emosi, bahasa, estetika, sosial, spiritual, dengan daya adaptasi terhadap  perkembangan arus teknologi dan informasi. Upaya ini sejalan dengan falsafah  yang dinyatakan oleh Ki Hadjar Dewantara, bahwa pendidikan harus melibatkan  semua komponen masyarakat (keluarga, pendidik profesional, pemerintah,  dll.) dalam membina, menginspirasi/memberi contoh, memberi semangat, dan  mendorong perkembangan anak.

Apa tujuan dilaksanakannya literasi di sekolah?
Gerakan Literasi Sekolah atau lebih kita kenal dengan istilah GLS mempunyai tujuan khusus sebagai berikut ini:
  • Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
  • Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
  • Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
  • Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

GLS merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.

Pemangku Kepentingan GLS Dikdas
Peran pemangku kepentingan GLS Dikdas dipaparkan pada Bagan sebagai berikut.

Kegiatan literasi dapat berjalan dengan optimal dengan kolaborasi antara semua elemen pemerintah dan masyarakat. Lembaga pemerintah dan masyarakat memiliki peran sebagai berikut.

a. Kemendikbud
  • Membuat kebijakan literasi.
  • Menjabarkan desain induk pelaksanaan GLS.
  • Menyusun panduan pelaksanaan, petunjuk teknis, dan semua dokumen pendukung pelaksanaan GLS.
  • Melaksanakan sosialisasi GLS kepada dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, satuan pendidikan, dan masyarakat.
  • Merancang dan melaksanakan pelatihan literasi untuk warga sekolah dan masyarakat.
  • Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan satuan pendidikan.
  • Membuat rencana tindak lanjut GLS berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.
b. LPMP
  • Melaksanakan pemetaan awal data kebutuhan literasi sekolah GLS.
  • Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk pelaksanaan GLS.
  • Merencanakan dan melaksanakan pendampingan dan pelatihan kepada warga sekolah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan pendidikan terutama pelaksanaan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
  • Melaksanakan supervisi pelaksanaan GLS.
  • Melaksanakan pemetaan akhir data kebutuhan literasi sekolah dan GLS.
  • Melaporkan hasil pemetaan akhir ke Ditjen Dikdasmen Kemendikbud.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan GLS di satuanpendidikantingkat provinsi dan lingkungan dinas pendidikan kabupaten/kota.
  • Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.
c. Dinas Pendidikan Provinsi
  • Melakukan kompilasi analisis kebutuhan dan mengkaji isu-isu strategis yang terkait dengan kemampuan literasi guru dan peserta didik di wilayah masing-masing.
  • Membuat kebijakan daerah untuk mendukung pelaksanaan GLS.
  • Melakukan sosialisasi konsep, program, dan kegiatan GLS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi masing-masing.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan GLS di tingkat provinsi dan lingkungan dinas pendidikan kabupaten/kota.
  • Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.
d. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  • Melakukan analisis kebutuhan dan mengkaji isu-isu strategis yang terkait dengan kemampuan literasi guru dan peserta didik di wilayah masingmasing.
  • Membuat kebijakan daerah untuk mendukung pelaksanaan GLS.
  • Melakukan sosialisasi konsep, program, dan kegiatan GLS di satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing.
  • Merencanakan dan melaksanakan pendampingan dan pelatihan kepada warga sekolah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan pendidikan terutama pelaksanaan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
  • Memantau serta memastikan ketersediaan buku referensi dan buku pengayaan, dan sarana yang mendukung program GLS.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan GLS di tingkat kabupaten/kota, satuan pendidikan, dan masyarakat.
  • Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.

e. Satuan Pendidikan
  • Mengidentifikasi kebutuhan sekolah dengan mengacu pada kondisi pemenuhan indikator Standar Pelayanan Minimal.
  • Melaksanakan tahapan kegiatan GLS yang meliputi pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran.
  • Melaksanakan pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
  • Memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah dengan maksimal untukmemfasilitasi pembelajaran. Mengelola perpustakaan sekolah dengan baik.
  • Menginventarisasi semua prasarana yang dimiliki sekolah (salah satunya buku).
  • Menciptakan ruang-ruang baca yang nyaman bagi warga sekolah. Melaksanakan kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran bagi seluruh warga sekolah.
  • Mengawasi dan mewajibkan peserta didik membaca sejumlah buku sastra dan menyelesaikannya dalam kurun waktu tertentu.
  • TLS mendukung dan terlibat aktif dalam kegiatan GLS.
  • Merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap literasiagar perlakuan yang diberikan kepada peserta didik di sekolah bisaditindaklanjuti di dalam keluarga dan di tengah masyarakat.
  • Merencanakan dan atau bekerja sama dengan pihak lain yangmelaksanakan berbagai kegiatan GLS.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan program dankegiatan GLS yang dilaksanakan.
  • Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasipelaksanaan GLS.
f. Masyarakat
  • Ikut terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan GLS untuk meningkatkan kemampuan literasi warga sekolah. 
  • Menyelenggarakan gerakan publik, antara lain gerakan membacakan buku untuk anak, gerakan mengumpulkan buku anak dan menyalurkannya ketaman-taman bacaan, dan gerakan untuk menghidupkan taman-tamanbacaan di ruang publik yang ramah anak.
  • Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan.
  • Literasi menjadi sarana pesertadidik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannyadi bangku sekolah.
  • Literasi juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik dirumah maupun di lingkungan sekitarnya.

2. Pemangku Kepentingan GLS Dikmen
Peran pemangku kepentingan GLS Dikmen dipaparkan pada Bagan sebagai berikut.

a. Kemendikbud
  • Membuat kebijakan literasi.
  • Menjabarkan desain induk pelaksanaan GLS.
  • Menyusun panduan pelaksanaan, petunjuk teknis, dan semua dokumen pendukung pelaksanaan GLS.
  • Melaksanakan sosialisasi GLS kepada dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, satuan pendidikan, dan masyarakat.
  • Merancang dan melaksanakan pelatihan literasi untuk warga sekolah dan masyarakat.
  • Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan satuan pendidikan.
  • Membuat rencana tindak lanjut GLS berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.
b. LPMP
  • Melaksanakan pemetaan awal data kebutuhan literasi sekolah GLS.
  • Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk pelaksanaan GLS.
  • Merencanakan dan melaksanakan pendampingan dan pelatihan kepada warga sekolah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan pendidikan terutama pelaksanaan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
  • Melaksanakan supervisi pelaksanaan GLS.
  • Melaksanakan pemetaan akhir data kebutuhan literasi sekolah dan GLS.
  • Melaporkan hasil pemetaan akhir ke Ditjen Dikdasmen Kemendikbud.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan GLS di satuan pendidikan tingkat provinsi dan lingkungan dinas pendidikan kabupaten/kota.
  • Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.

c. Dinas Pendidikan Provinsi
  • Melakukan kompilasi analisis kebutuhan dan mengkaji isu-isu strategis yang terkait dengan kemampuan literasi guru dan peserta didik di wilayah
  • masing-masing.
  • Membuat kebijakan daerah untuk mendukung pelaksanaan GLS.
  • Melakukan sosialisasi konsep, program, dan kegiatan GLS di satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing.
  • Merencanakan dan melaksanakan pendampingan dan pelatihan kepada warga sekolah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan pendidikan terutama pelaksanaan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
  • Memantau serta memastikan ketersediaan buku referensi dan buku pengayaan, dan sarana yang mendukung program GLS.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan GLS di tingkat provinsi dan satuan pendidikan menengah.
  • Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.
d. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi untuk mendukung pelaksanaan GLS di tingkat satuan pendidikan menengah.

e. Satuan Pendidikan
  • Mengidentifikasi kebutuhan sekolah dengan mengacu pada kondisi pemenuhan standar nasional pendidikan.
  • Melaksanakan tahapan kegiatan GLS yang meliputi pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran.
  • Melaksanakan pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
  • Memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah dengan maksimal untuk memfasilitasi pembelajaran.
  • Mengelola perpustakaan sekolah dengan baik.
  • Menginventarisasi semua prasarana yang dimiliki sekolah (salah satunya buku).
  • Menciptakan ruang-ruang baca yang nyaman bagi warga sekolah.
  • Melaksanakan kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran bagi seluruh warga sekolah.
  • Mengawasi dan mewajibkan peserta didik membaca sejumlah buku sastra dan menyelesaikannya dalam kurun waktu tertentu.
  • TLS mendukung dan terlibat aktif dalam kegiatan GLS.
  • Merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap literasi agar perlakuan yang diberikan kepada peserta didik di sekolah bisa ditindaklanjuti di dalam keluarga dan di tengah masyarakat.
  • Merencanakan dan atau bekerja sama dengan pihak lain yang melaksanakan berbagai kegiatan GLS.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan program dan kegiatan GLS yang dilaksanakan.
  • Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.

f. Masyarakat
  • Ikut terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan GLS untuk meningkatkan kemampuan literasi warga sekolah.
  • Menyelenggarakan gerakan publik, antara lain gerakan membacakan buku untuk anak, gerakan mengumpulkan buku anak dan menyalurkannya ke taman-taman bacaan, dan gerakan untuk menghidupkan taman-taman bacaan di ruang publik yang ramah anak.
Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS di SD

GLS di SD menciptakan ekosistem pendidikan di SD yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang:
    1. Menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar
    2. Semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama
    3. Menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan
    4. Memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya
    5. Mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan eksternal SD.
    Untuk lebih lengkap silahkan di download Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS di SD disini

    Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS di SMP
    Panduan GLS di SMP ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMP yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMP meliputi:
    1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi)
    2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMP 3
    3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah)
    Untuk lebih lengkap silahkan di download Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS di SMP disini
    Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS di SMA
    Panduan GLS di SMA ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMA yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan
    pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMA, meliputi:
    1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi)
    2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMA
    3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).
    Untuk lebih lengkap silahkan di download Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS di SMA disini
    Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS di SMA
    Panduan GLS di SMK ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMA yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan
    pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMK, meliputi:
    1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi).
    2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMK. 
    3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).
    Untuk lebih lengkap silahkan di download Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS di SMK disini

    Demikianlah artikel tentang Panduan Pencapaian Pelaksanaan GLS, dengan harapan artikel ini bermanfaat bagi kita semua.